April 21, 2013

Kisah Cinta (Terlalu) Pagi

"But I know God made another one of me to love you better than I ever will." - Ed Sheeran

Hei, ini bukan kisah cinta.
Ini kisah tentang cinta.
Abaikan saja judul di atas, dan mulailah mendengar ceritaku.
Kali ini aku akan bercerita sebuah kisah, tentang cinta yang terlalu pagi.
Kira-kira seperti ini ceritanya...

Seseorang itu bernama pagi dan Ia jatuh cinta pada malam.
Aneh? Iya, aneh.
Mereka terlalu berbeda.
Tapi, bukan berarti pagi tidak boleh memimpikan malam kan?
Hanya saja jarak mereka terlalu jauh.
Siang dan senja seakan membentangkan tembok yang tinggi dan besar.

Pagi sedih? Mungkin...
Tapi, Ia masih mempunyai sejuta embun untuk dibangunkan waktu ufuk terbit
Belum lagi induk burung pipit yang beterbangan mencari makan untuk anak-anaknya.
Setidaknya pagi tidak merasa terlalu sepi.
Entah bagaimana dengan malam, entah siapa yang menemani malam waktu ufuk terbenam.
Entah siapa yang beterbangan waktu malam datang.

Tidak banyak yang diketahui pagi tentang malam.
Malam itu gelap. Itu saja. Tidak lebih, tidak kurang.
Tapi hal itu tidak membuatnya berhenti untuk mengagumi malam dan keperkasaannya di saat sebagian belahan bumi menggelap.
Kadang, pagi berharap menjadi senja.
Dengan semburat oranye, biru dan ungu, senja nampak cantik.
Belum lagi waktunya yang bersandingan dengan malam.
Mereka berdua tampak serasi.
Tidak seperti pagi, yang kadang kedatangannya dicerca manusia.
Kata mereka, pagi datang terlalu cepat.
Seandainya saja mereka tahu, tidak ada yang terlalu cepat atau pun terlalu lambat. Semuanya sudah tepat pada waktunya.

Namun entah untuk kali ini.
Tentang perasaan pagi kepada malam.
Rasa-rasanya terlalu pagi untuk pergi, namun juga terlalu siang untuk datang.
Rasa ini manis, seperti itu kemanisan pagi.
Layaknya pagi yang tahu diri, yang rela cintanya tak terbalas oleh malam.

No comments:

Post a Comment